Bagus Photo Studio=
Headlines News
Featured
Articles

Berita
Nasional

Berita
Hiburan

Berita
Unik

Warga Jember Resah, Beredar Video Porno Melalui Whatsapp

Bagustv.com -  Warga di Kecamatan Gumukmas Jember, resah dengan beredarnya video porno yang tersebar melalui media sosial whatsapp. Dalam video porno yang berdurasi 2 menit 18 detik ini, dipertontonkan adegan suami istri.

Keresahan warga beralasan, sebab mengenali pemeran perempuan adalah tetangganya. Warga mengenali pemeran perempuan itu, karena masih mempunyai status sebagai istri orang. Namun melakukan adegan suami istri dengan pria lain.

Dalam video ini sudah tersebar sejak beberapa hari yang lalu. Warga semakin resah karena tidak ada tindak lanjut dari pihak terkait.

Menurut M Toriq salah satu warga, sebagai orang tua tentu kawatir dengan beredarnya video tersebut. "Saya sudah menerima kiriman 2 kali dari seseorang yang tidak dikenal, dan khawatir video ini menyebar ke anaknya," kata Toriq.

Pipis Sembarangan di Kota Ini, Bisa Didenda Rp 170 Juta

https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2018/04/23/2326d288-8384-44d7-9fa3-ea30a0043d50_169.jpeg?w=780&q=90Bagustv.com -  Buang air kecil sembarangan sebaiknya dihindari, apalagi di Florence, Italia. Traveler bisa kena denda yang jumlahnya mencapai Rp 170 juta!

Florence merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Italia. Setiap tahun, turis yang berkunjung ke kota dengan banyak bangunan antik nan bersejarah ini bisa mencapai lebih dari 9 juta.

Siapa saja yang berkunjung tentunya diharapkan bisa menjaga kesopanan dan tidak melanggar aturan. Namun belum lama ini ada turis yang kedapatan buang air kecil sembarangan di Florence.

Dikutip dari Telegraph, Senin (23/4/2018), ada dua traveler yang tertangkap basah buang air sembarangan di Piazza della Signoria, alun-alun bersejarah yang begitu penting di Florence.

Yang pertama ada seorang turis wanita 18 tahun dari Denmark, sedangkan yang satu lagi traveler pria asal Tunisia. Keduanya diketahui buang air sembarangan di salah satu bangunan alun-alun yang penuh dengan patung-patung kuno, namun dalam waktu terpisah.

Mereka dituduh melanggar kesopanan di tempat umum, dan masing-masing akan dikenakan denda yang besarnya berkisar 5.000 (Rp 85 juta) dan 10.000 Euro (Rp 170 juta). Jumlah pastinya masih akan ditentukan pihak kepolisian setempat.

Seperti diberitakan Express, denda tersebut memang jumlahnya begitu besar, tak seperti daerah lainnya. Menurut juru bicara Dewa Kota Florence, denda cukup besar bagi turis yang melanggar aturan bukanlah hal baru. Aturan tersebut sudah resmi berlaku sejak beberapa tahun lalu.

Pemberian denda dilakukan agar turis yang datang ke Florence bisa menjaga kesopanan dan tak bikin onar. Selain Florence, daerah wisata favorit di Italia lainnya juga memberlakukan denda bagi turis yang dianggap melanggar aturan atau norma yang ada.

Misalnya saja Venesia, pemerintah setempat pernah membuat aturan yang dikemas sebagai kampanye bertajuk #EnjoyRespectvenezia. Ditengok dari Independent, aturan yang diberlakukan antara lain dilarang berenang di kanal, dilarang piknik di luar area publik hingga jangan membuang sampah sembarangan. Bagi yang melanggar bisa kena denda yang jumlahnya tidak sedikit.

Tak Mau Bersalaman dengan Pria, Wanita Ini Ditolak jadi Warga Prancis

Tak Mau Bersalaman dengan Pria, Wanita Ini Ditolak jadi Warga PrancisBagustv.com -      Pemerintah Prancis dengan tegas menolak kewarganegaraan seorang wanita berdarah Arab asal Algeria. Alasannya cukup mengagetkan publik, yaitu sang wanita tidak mau bersalaman dengan lawan jenis.

Wanita muslim itu bersikukuh dengan alasannya. Ia menjelaskan alasannya berhubungan dengan kepercayaan yang dianutnya. Sebagaimana diketahui, bahwa dalam Islam wanita tidak diperbolehkan bersentuhan dengan laki-laki non-muhrim.

Wanita Arab itu menikah dengan laki-laki Prancis pada tahun 2010. Ia mendaftar kewarganegaraan Prancis pada tahun 2016. Namun, kala itu ia menolak untuk berjabat tangan dengan orang dari pemerintahan Prancis tersebut.

Pemerintah menganggap penolakan wanita tersebut sebagai perilaku yang tidak bisa 'beradaptasi' dengan kebiasaan warga Prancis. Alasan tersebut dinilai cukup kuat untuk menolaknya jadi bagian dari warga negara Prancis.

Keputusan ini melahirkan response yang cukup ramai di media sosial. Isu agama memang cukup hangat di sana. Sejak tahun 2011, Prancis tidak memperbolahkan penggunaan cadar di tempat umum.

Tahun 2004, pemerintah Prancis melarang pemakaian simbol keagamaan apapun di sekolah. Peraturan terbarunya tahun 2016, pemerintah Prancis melarang pemakaian burkini di pantai umum.

Tak sedikit pula yang mengaitkan sejarah dalam kasus ini mengingat Algeria pernah dijajah oleh Prancis.

"Yo #France, when did you become so sensitive? Remember when you occupied and colonized Algeria for 30 years?" tulis akun Twitter bernama Salar Pashtoonyar.

Kabar ini pun menjadi viral di media sosial. Sejumlah media besar Prancis, Arab, dan Inggris memberitakannya dengan sudut pandang msing-masing. Namun, keputusan penolakan ini sudah resmi diturunkan pemerintah Prancis dan tidak bisa diganggu gugat.

Antisipasi Korban Miras di Banyuwangi, Polisi Gelar Sayembara

https://static.viva.co.id/thumbs3/2018/04/11/5acdd445290f6-rilis-kasus-miras-oplosan-di-polres-jakarta-selatan_665_374.jpgBagustv.com -  Mengantisipasi jatuhnya korban lagi akibat miras oplosan di Banyuwangi, polisi punya cara tersendiri. Ada sayembara untuk mengantisipasi peredaran miras.

Bagi masyarakat yang mengetahui pesta miras dan penjualan miras di Banyuwangi diharapkan segera melaporkan ke polisi. Nantinya, polisi akan mengganjar informasi itu dengan penghargaan dan hadiah khusus.

"Siapapun yang mengetahui peredaran miras dan narkoba segera langsung lapor ke kami. Nanti ada hadiah dan penghargaan khusus bagi masyarakat yang membantu polisi dalam memberantas miras di Banyuwangi," ujar Kapolres AKBP Donny Adityawarman, Senin (23/4/2018).

Caranya, kata Kapolres, masyarakat tinggal memberikan info adanya pesta miras dan narkoba atau kegiatan transaksi serta peredaran miras dan narkoba kepada Polisi. Selanjutnya, polisi akan melakukan penindakan.

"Peran serta masyarakat sangat diperlukan oleh polisi. Polisi tidak akan bisa apa-apa tanpa ada bantuan dari masyarakat. Kami sinergi. Siapa yang ingin anggota keluarganya terkena musibah tewas karena miras?" tambahnya.

Tak hanya masyarakat, polsek dan seluruh satuan di Polres Banyuwangi juga akan diikutsertakan dalam sayembara ini.

"Polsek dan satuan baik reskrim, reskoba ataupun sabhara juga kami ikutkan dalam sayembara ini. Siapa yang bisa menangkap dan mengungkap kasus miras dan narkoba dalam hitungan harian mingguan dan bulanan juga akan dapat reward," tambahnya.

Sebelumnya, Sabtu (22/4) malam, Polres Banyuwangi menggelar razia. Razia ini digelar untuk mengantisipasi peredaran miras dari Bali atau sebaliknya ini dilakukan di Pelabuhan ASDP Ketapang. Ini mengantisipasi minuman keras dan narkoba yang dibawa penumpang.

Razia ini menitikberatkan pada miras dan narkoba. Tak hanya itu, senjata tajam dan bahan peledak juga menjadi prioritas. Satu per satu barang bawaan penumpang mobil pribadi maupun di dalam bus juga truk diperiksa puluhan polisi yang bertugas.

Polres Banyuwangi terus melakukan penertiban peredaran miras dan arak yang disinyalir membuat jatuhnya korban jiwa di Banyuwangi.

Pada periode 5-12 April, pihak kepolisian telah menangani 81 kasus miras dari razia yang dilakukan dengan barang bukti 22 jeriken besar dan 782 botol berbagai kemasan. Adapun periode 13-20 April, telah ditangani 84 kasus miras dengan barang bukti 84 jeriken besar dan 1.522 botol beragam kemasan.

Bupati Berharap Kepala BI Jember Ungkit Ekonomi Wilayah

https://i0.wp.com/jemberkab.go.id/wp-content/uploads/2018/04/Sertijab-Kepala-BI-Jember-7.jpeg?fit=1024%2C1024&ssl=1Bagustv.com -  Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., berharap Kapala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember yang baru dapat menunjukkan prestasi dalam menjalankan tugasnya. Sebab, keberadaan BI menjadi kesempatan emas untuk berbuat terbaik.

“Kesempatan emas berbuat sebaik baiknya, mengungkit ekonomi di wilayah dengan sebaik baiknya,” tutur bupati dalam pidatonya saat upacara serah terima jabatan Kepala Perwakilan BI Jember, Senin (23/4/2018), di Gedung BI Jl. Gajah Mada.

Jabatan Kepala Perwakilan BI Jember diserahterimakan dari Achmad Bunyamin kepada Hestu Wibowo. Sebelumnya, Hestu Wibowo menduduki jabatan Kepala Divisi di Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia.

Menurut bupati, Bank Indonesia ibarat jantung perekonomonian, yang mengalirkan darah seluruh perekonomian negeri, sampai membina usaha kecil menengah (UKM) yang paling kecil sekalipun.

Terkait pergantian pimpinan BI Jember, bupati mengungkapkan prestasi yang telah diraih BI selama tiga tahun terakhir. Yakni mengantarkan Pemerintah Kabupaten Jember menjadi terbaik dalam pengendalian inflasi daerah.

“Tentunya dengan kerjasama yang baik hal tersebut dapat diraih,” tutur bupati. Karena itu, kebersamaan ini dapat dimaknai sebaik baiknya, menjadi saudara perjuangan lahir dan batin.

Bupati menyebut Bank Indonesia di Jember menjadi saudara tua bagi pemerintah daerah seluruh wilayah, yang bisa menyambungkan perekonomian. BI mempunyai kesempatan emas membangun kekuatan ekonomi wilayah yang masuk dalam koordinasinya.

Deputi Gubernur BI Dodi Budi Waluyo mengatakan, Jember merupakan salah satu referensi TPID untuk wilayah lain. Kesuksesan yang disampaikan bupati merupakan hal yang tidak mudah.

“Dengan seleksi yang ketat, terpilih tiga kali berturut turut menjadi  bukti perfomance yang dilakukan TPID setempat,” ungkap Dodi. TPID yakni Tim Pengendali Inflasi Daerah.

Kabupaten Jember, lanjutnya, juga sangat inovatif dan memunculkan berbagai trobosan yang harus terus dipertahankan dan dijaga.

Selain itu, Jember telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Banyak sumber pertumbuhan ekonomi baru yang dilihat dari pusat, yang menjadi bekal untuk daerah terus berkembang.

PDIP: Tantangan Jokowi Bukan Capres Penantang, tapi Black Campaign

PDIP: Tantangan Jokowi Bukan Capres Penantang, tapi Black CampaignBagustv.com -  Elektabilitas Joko Widodo sebesar 55,9 persen dalam survei Litbang Kompas tidak mengejutkan PDIP. Angka tersebut dinilai mencerminkan kinerja Jokowi selama ini.

"Tidak mengejutkan calon petahana melaju sendiri melampaui calon-calon lain karena memang selama ini Presiden mendominasi karya dan prestasi kerjanya di republik ini. Sedangkan tokoh oposisi yang diharapkan muncul dari partai-partai di luar pemerintahan tidak memainkan peran dengan baik, cenderung 'menyeruduk', menyerang, pemerintah secara membabi buta tanpa argumentasi yang jelas," ujar Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira kepada wartawan, Senin (23/4/2018).

PDIP menyebutkan tantangan yang harus dihadapi Jokowi ke depannya bukan sosok capres penantang. Sebab, PDIP memandang Jokowi belum tertandingi.

"Tantangan terberat Jokowi pada masa-masa yang akan datang bukan pada capres penantang, karena harus diakui tidak ada satu tokoh nasional pun saat ini yang mempunyai kinerja atau pernah mempunyai kinerja yang menjadi modal sosial selain Jokowi," sebut Andreas.

PDIP menekankan Jokowi akan menghadapi musuh pada Pilpres 2019 berupa kampanye hitam atau black campaign. Isu politik identitas juga disebut-sebut menjadi 'serangan' kepada Jokowi.

"Lawan Jokowi pada masa yang akan datang adalah isu, rumor atau slogan-slogan black campaign yang diarahkan pada diri Jokowi. Maraknya politik identitas dan populisme sebagai jalan pintas menyediakan panggung bagi 'kompetitor' Jokowi dalam pemilihan Presiden," ulas anggota Komisi I DPR itu.

"Situasi yang kita hadapi dalam peta politik nasional saat ini adalah Jokowi sedang 'shadow boxing', menghadapi politik identitas dan populisme," imbuh Andreas.

Pesepakbola Muslim Jadi yang Terbaik Lagi di Liga Inggris

Pesepakbola Muslim Jadi yang Terbaik Lagi di Liga InggrisBagustv.com -  Mohamed Salah baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Premier League versi PFA. Ini melanjutkan dominasi pemain muslim dalam tiga musim terakhir.

Pemain Mesir itu menjalani musim perdananya bersama Liverpool dengan sangat-sangat apik. Dia menjadi andalan utama tim dengan membuat 41 gol dan 11 assist di semua kompetisi, termasuk 31 gol di Premier League.

Torehan gol Salah itu sudah memecahkan beberapa rekor di Premier League dan jika tak ada aral melintang, gelar topskorer bakal didapatnya.

Tak hanya hebat di lapangan, Salah juga merupakan muslim yang taat. Fans beberapa kali bertemu dengannya di Mesjid kota Liverpool. Selebrasi sujud ciri khasnya semakin memantapkan itu.

Menariknya, dominasi pemain muslim di Premier League terus berlanjut dengan keberadaan Salah. Dalam dua tahun terakhir, pemain Muslim memang sedang mencuat di Premier League dan jadi pesepakbola terbaik PFA.

Dua tahun lalu, winger Leicester City, Riyad Mahrez, berhasil meraih trofi ini. Selain karena membawa The Foxes juara Premier League pada sebuah kisah dongeng yang jadi kenyataan, performanya benar-benar menggila.

Kala itu, Mahrez berhasil membuat 17 gol di Premier League dan menjadi andalan utama bersama Jamie Vardy. Sebagai pemain Aljazair, Mahrez juga dikenal sebagai penganut agama Islam.

Lalu musim lalu ketika N'Golo Kante berhasil menyabet gelar pemain terbaik PFA. Ini terjadi ketika Kante berhasil memberikan gelar Premier League kepada Chelsea, setelah sebelumnya juara di Leicester bersama Mahrez.

Sebagai gelandang bertahan, Kante mampu menjadi pemain krusial di skuat Antonio Conte saat itu. Kante yang juga muslim sempat tertangkap kamera sedang umrah beberapa waktu lalu.

Tidak hanya tiga pemain ini, belakangan memang banyak pesepakbola muslim yang merumput di Inggris. Sebut saja Paul Pogba, Sadio Mane, Emre Can, Mesut Oezil, hingga Shkodran Mustafi.
 

Video Clip

Berita
Lifestyle

Berita
Olahraga

Berita
Politik

Berita
Teknologi

Berita
Kesehatan

Berita
Dunia