Bagus Photo Studio=
Home » » Pengakuan Anak Kedua Perempuan Gantung Diri di Jember: Takut Sama Ibu

Pengakuan Anak Kedua Perempuan Gantung Diri di Jember: Takut Sama Ibu

Written By Admin on Selasa, 20 Juni 2023 | 6/20/2023 05:52:00 PM

Bagustv.com -  Entah bagaimana perasaan anak kedua dari Husnul Khotimah (31) saat melihat ibu dan dua saudaranya tewas. Bocah berusia 6 tahun ini menjadi saksi kunci bagaimana sang ibu bunuh diri dengan gantung diri, lalu kakak dan adiknya meninggal.


Sabtu (17/6/2023) pukul 01.00 WIB, ayah anak tersebut, Agus Riyadi (36) pulang usai berjualan cilok. Agus mengetuk pintu dan dibukakan oleh sang anak. Betapa kagetnya Agus melihat pemandangan anak dan istrinya meninggal dunia.



Apalagi, anak keduanya yang selamat mengungkapkan pengakuan mengejutkan. Ia mengaku takut dengan ibunya. Polisi akan memeriksa saksi kunci tersebut.


Baca juga:

7 Fakta Ibu di Jember Tewas Gantung Diri-2 Anaknya Ditemukan Tak Bernyawa

"Kita masih menunggu (pemeriksaan anak) itu, karena anak tersebut yang membukakan pintu di mana suami atau orang tua dari anak tersebut pulang setelah berjualan cilok. Namun, hanya menyampaikan kepada bapaknya 'Takut... Takut sama ibu' yang nanti akan kita mintai keterangan," kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama, Senin (19/6/2023).


Diketahui, anak yang meninggal yakni anak pertama berusia 7 tahun dan anak ketiga berumur 8 bulan. Sementara anak kedua Husnul yang berusia 6 tahun masih hidup dan menjadi saksi kunci dalam kasus ini.


Dika mengatakan, untuk meminta keterangan dari anak korban yang kedua itu, polisi harus meminta izin dari psikiater yang mendampingi. Juga dari lembaga perlindungan saksi dan korban.


"Mengingat korban masih di bawah umur, jadi masih perlu penanganan khusus untuk kita mendapatkan keterangan," kata Dika.


Ditanya apakah kedua anak yang meninggal akibat dibunuh sang ibu sebelum gantung diri, Dika belum bisa memastikan. Karena masih menunggu hasil keterangan saksi kunci.


"Ya kita masih dalami itu. Karena saksi yang mengetahui betul yakni anak nomor dua umur 6 tahun," tambahnya.


Sebelumnya, polisi telah mendapatkan hasil visum kasus ini. Hasil visum ini akan menjadi salah satu petunjuk penyidik untuk mengungkap penyebab kematian warga Lungkungan Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember ini.


"Terkait penyebab kematiannya, hasil dari pemeriksaan visum di RSD Soebandi ada 3 korban. Yang pertama anak umur 8 bulan. Dari pemeriksaan visum tidak ada tanda-tanda kekerasan. Memang ditemukan tanda lebam, namun itu hanya lebam mayat," imbuh Dika.


"Jadi indikasi anak tersebut meninggal karena kehabisan oksigen tidak bernapas. Bisa dengan cara dibekap. Karena kita tidak menemukan cekikan atau yang lainnya," sambungnya.


Kemudian, untuk anak yang umur 7 tahun, lanjut Dika, didapati luka di bibir yang diduga ditekan. Juga ditemukan bekas jeratan di leher.


"Tapi tidak ada luka sobek di bibir bagian dalam, diduga karena terhimpit atau tekanan yang membentur dengan gigi. Kemudian di leher ada bekas jeratan oleh kawat jemuran. Hal itu didukung juga di TKP didapati ada tali jemuran dan juga kawat," ungkapnya.


Kemudian untuk korban ketiga, lanjut mantan Kasatreskrim Polres Pacitan ini adalah sang ibu bernama Husnul Khotimah atau HK (31). Perempuan itu diduga meninggal karena gantung diri.


"Karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Hanya ada jeratan bekas tali di lehernya sesuai dengan posisi di mana ditemukan korban tersebut. Alat yang digunakan tali jemuran itu," jelasnya.


Sebelumnya, jenazah Husnul dan dua anaknya ditemukan oleh suami korban, Agus Riyadi (36) pada Sabtu (17/6) pukul 01.00 WIB. Sepulang berjualan cilok di depan rumah sakit Soebandi, ia kaget melihat istri dan anaknya tewas. Agus pun berteriak histeris hingga tetangganya datang ke rumahnya.



 

Share this post :

Posting Komentar